PT Rifan Financindo Berjangka - Mendarat darurat adalah salah satu situasi paling menegangkan dalam penerbangan. Meskipun kejadian ini jarang terjadi, kesiapan dan pemahaman yang tepat dapat menyelamatkan nyawa. Dalam artikel ini, kami menyusun panduan menyeluruh untuk membantu penumpang memahami apa yang harus dilakukan saat menghadapi pendaratan darurat di pesawat, berdasarkan standar keselamatan penerbangan internasional.
1. Pahami Jenis-jenis Pendaratan Darurat di Udara
Pendaratan darurat dapat terjadi karena berbagai penyebab dan dalam berbagai bentuk. Memahami jenisnya akan membantu penumpang merespons secara tepat.
-
Pendaratan darurat di bandara terdekat: biasanya karena masalah teknis atau medis.
-
Pendaratan di luar bandara (off-airport landing): misalnya di laut (ditching), hutan, padang terbuka.
-
Pendaratan paksa akibat kehilangan daya mesin: sering terjadi pada pesawat kecil.
2. Dengarkan Instruksi dari Awak Kabin dan Tetap Tenang
Saat pilot mengumumkan adanya pendaratan darurat, langkah pertama yang wajib dilakukan penumpang adalah mendengarkan instruksi kru kabin secara seksama. Awak kabin telah dilatih menghadapi skenario ekstrem dan akan memberikan arahan evakuasi dan keselamatan secara efisien.
Langkah yang perlu diambil:
-
Matikan semua perangkat elektronik.
-
Kenakan sabuk pengaman secara erat.
-
Lepas sepatu hak tinggi atau benda tajam.
-
Letakkan barang di bawah kursi, jangan di lorong.
3. Kuasai Posisi Bertahan (Brace Position) yang Benar
Posisi ini krusial untuk melindungi kepala, leher, dan tulang belakang dari benturan saat mendarat darurat.
Untuk penumpang dewasa:
-
Tubuh membungkuk ke depan.
-
Kepala menyentuh lutut atau punggung kursi depan.
-
Tangan menutupi kepala dan leher.
-
Kaki rata di lantai.
Untuk penumpang dengan anak kecil:
-
Gendong anak dengan erat ke dada.
-
Lindungi kepala anak dan diri sendiri dengan lengan.
4. Ketahui Lokasi Pintu Keluar dan Jalur Evakuasi
Setiap penumpang wajib mengetahui letak pintu darurat terdekat, baik di depan maupun di belakang. Hitung jumlah baris kursi menuju pintu darurat sebagai referensi dalam kondisi gelap atau asap tebal.
Langkah tambahan:
-
Jangan membawa bagasi saat evakuasi.
-
Ikuti lampu jalur evakuasi di lantai.
-
Gunakan seluncuran darurat hanya saat diarahkan kru.
5. Gunakan Jaket Pelampung dengan Benar (Jika Pendaratan di Air)
Dalam pendaratan di laut, jaket pelampung tersedia di bawah kursi penumpang. Namun, jangan tiup jaket di dalam kabin karena dapat menyulitkan evakuasi.
Langkah tepat:
-
Pakai jaket sebelum keluar pesawat.
-
Tiup hanya setelah keluar dari pesawat.
-
Gunakan peluit dan lampu jaket untuk menarik perhatian penyelamat.
6. Siapkan Diri secara Mental dan Fisik Sebelum Terbang
Penumpang yang siap secara mental lebih mampu bereaksi secara efektif saat keadaan darurat. Persiapan fisik dan psikologis meliputi:
-
Baca kartu keselamatan di saku kursi.
-
Perhatikan demo keselamatan yang diberikan kru.
-
Istirahat cukup sebelum penerbangan.
-
Hindari konsumsi alkohol berlebihan.
7. Lakukan Evaluasi Pasca Evakuasi dan Bantu Penumpang Lain
Setelah evakuasi, menjauh dari pesawat minimal 100 meter adalah langkah awal. Evaluasi kondisi diri, bantu penumpang lain jika memungkinkan, dan ikuti instruksi petugas darurat atau regu penyelamat.
Kondisi darurat sering kali menciptakan kekacauan. Namun, ketenangan dan koordinasi akan meningkatkan peluang selamat secara signifikan.
Rangkuman Tindakan Kritis Saat Pendaratan Darurat
| Langkah | Tindakan Penting |
|---|---|
| 1 | Dengarkan instruksi kru kabin |
| 2 | Ambil posisi brace dengan benar |
| 3 | Ketahui pintu keluar terdekat |
| 4 | Jangan membawa barang saat evakuasi |
| 5 | Gunakan jaket pelampung saat di laut |
| 6 | Jaga ketenangan dan bantu sesama |
| 7 | Jauhi pesawat setelah evakuasi |
No comments:
Write comments