PT Rifan Financindo Berjangka - Jerawat di pipi bisa membuat kita kurang percaya diri.
Apalagi jika jerawat terus muncul meski kita sudah rutin memakai skincare.
Bekas kehitaman yang tertinggal juga sering membutuhkan waktu lama untuk
memudar.
Namun, jangan langsung menyalahkan produk perawatan
kulit yang digunakan. Jerawat bisa muncul karena beberapa faktor, mulai dari
pori-pori tersumbat hingga perubahan hormon. Produk makeup dan skincare
tertentu juga dapat memicu masalah ini.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD),
perawatan jerawat perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Kita juga harus
menggunakan produk secara tepat dan konsisten agar hasilnya lebih optimal.
Lantas, bagaimana cara mengatasi jerawat di pipi yang
sulit hilang? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba.
1. Bersihkan Wajah dengan Pembersih yang Lembut
Membersihkan wajah merupakan langkah dasar dalam
merawat kulit berjerawat. Namun, mencuci muka terlalu sering bukan cara yang
tepat untuk menghilangkan jerawat. Kebiasaan ini justru bisa membuat kulit
mengalami iritasi.
Gunakan pembersih wajah yang lembut sebanyak dua kali
sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Kamu juga bisa mencuci muka setelah
berolahraga atau berkeringat banyak.
Hindari sabun wajah yang membuat kulit terasa sangat
kering. Jangan pula menggosok wajah dengan scrub kasar, terutama saat jerawat
sedang meradang.
Bagi kamu yang sering memakai makeup, pastikan wajah
sudah bersih sebelum tidur. Sisa foundation, concealer, dan produk kosmetik
lainnya dapat menyumbat pori-pori pada kulit yang rentan berjerawat.
2. Gunakan Bahan Aktif untuk Mengatasi Jerawat
Pemilihan bahan aktif perlu disesuaikan dengan jenis
jerawat dan kebutuhan kulit. Tidak semua produk memberikan hasil yang sama pada
setiap orang. Karena itu, kita sebaiknya tidak asal mengikuti tren skincare.
Berikut beberapa bahan aktif yang dapat membantu
mengatasi jerawat.
Salicylic Acid
Salicylic acid membantu membersihkan pori-pori yang
tersumbat. Kandungan ini sering digunakan untuk merawat komedo dan jerawat
ringan.
Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Jika
kulit terasa kering atau perih, kurangi pemakaian atau hentikan sementara.
Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi bakteri
yang berperan dalam munculnya jerawat. Kandungan ini juga membantu meredakan
peradangan pada jenis jerawat tertentu.
Mulailah dengan penggunaan yang sesuai petunjuk
produk. Perhatikan reaksi kulit karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan
membuat kain tertentu mengalami perubahan warna.
Adapalene
Adapalene termasuk kelompok retinoid yang membantu
mencegah penyumbatan pori-pori. Bahan ini dapat digunakan untuk mengatasi
komedo dan jenis jerawat tertentu.
Namun, adapalene tidak cocok untuk semua orang.
Hindari penggunaannya selama kehamilan atau ketika merencanakan kehamilan,
kecuali dokter memberikan arahan khusus. Jika kamu memiliki kondisi kulit
tertentu, konsultasikan pemakaiannya kepada tenaga medis.
Tips: Mulailah dengan satu bahan aktif terlebih
dahulu. Hindari menumpuk banyak produk antijerawat sekaligus karena kombinasi
yang tidak tepat dapat membuat kulit iritasi.
3. Periksa Kembali Produk Skincare dan Makeup
Jerawat di pipi yang terus muncul bisa berkaitan
dengan produk yang digunakan setiap hari. Beberapa kosmetik, pelembap, dan
produk perawatan rambut mengandung bahan yang berpotensi menyumbat pori-pori
pada kulit tertentu.
Coba perhatikan apakah jerawat mulai muncul setelah
kamu menggunakan produk baru. Jika iya, evaluasi produk tersebut dan lihat
apakah ada perubahan pada kondisi kulit setelah pemakaiannya dihentikan.
Pilih produk dengan label non-comedogenic atau tidak
menyumbat pori-pori. Pilihan ini dapat membantu mengurangi risiko munculnya
jerawat akibat kosmetik, meskipun tidak menjamin semua orang akan terbebas dari
jerawat.
Jangan melewatkan pelembap hanya karena kulit sedang
berjerawat. Kulit tetap membutuhkan kelembapan agar lapisan pelindungnya
terjaga.
Gunakan pula sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk
melindungi kulit dari sinar matahari. Perlindungan ini penting, terutama jika
jerawat meninggalkan noda kehitaman yang mudah terlihat setelah terkena paparan
matahari.
4. Hindari Memencet Jerawat di Pipi
Jerawat yang terlihat matang memang sering membuat
kita ingin segera memencetnya. Namun, kebiasaan ini justru bisa memperparah
peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.
Memencet jerawat juga dapat melukai jaringan kulit.
Akibatnya, noda kehitaman atau jaringan parut bisa terbentuk dan membutuhkan
waktu lebih lama untuk ditangani.
Biarkan jerawat pulih dengan perawatan yang tepat.
Jika terasa nyeri, gunakan produk yang sesuai dengan jenis jerawat dan hindari
menyentuh area tersebut berulang kali.
Kamu juga perlu menjaga kebersihan benda yang sering
bersentuhan dengan pipi, seperti sarung bantal dan layar ponsel. Kebersihan
yang baik mendukung perawatan kulit, meskipun tidak menjadi satu-satunya cara
untuk mencegah jerawat.
5. Berikan Waktu agar Perawatan Bekerja
Jerawat tidak selalu hilang dalam beberapa hari.
Perawatan membutuhkan waktu, sehingga kamu perlu bersabar dan menggunakannya
secara konsisten.
Menurut panduan AAD, perbaikan awal umumnya mulai
terlihat setelah sekitar empat hingga delapan minggu. Hasilnya dapat berbeda
pada setiap orang, bergantung pada jenis jerawat dan perawatan yang digunakan.
Hindari mengganti produk setiap minggu hanya karena
hasilnya belum terlihat. Terlalu sering mencoba bahan aktif baru justru dapat
membuat kulit iritasi.
Catat perubahan kondisi kulit selama menjalani
perawatan. Jika jerawat semakin parah atau produk menimbulkan reaksi yang
mengganggu, hentikan pemakaian yang dicurigai dan mintalah saran dokter.
6. Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari
Perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk
yang digunakan. Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan agar kulit tetap
terawat.
Berikut beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan:
- Bersihkan
wajah setelah beraktivitas. Keringat dan sisa produk sebaiknya dibersihkan
dengan cara yang lembut.
- Jangan
tidur dengan makeup. Bersihkan wajah sebelum beristirahat agar sisa
kosmetik tidak menumpuk pada kulit.
- Jaga
kebersihan sarung bantal. Ganti dan cuci secara teratur, terutama jika
sering terkena keringat atau sisa produk rambut.
- Pilih
produk rambut dengan cermat. Minyak dari pomade, kondisioner, atau produk
penata rambut dapat memicu jerawat jika mengenai kulit yang rentan.
- Gunakan
skincare secara teratur. Hindari mencoba terlalu banyak produk sekaligus
agar kamu lebih mudah mengetahui produk yang cocok.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mendukung perawatan
kulit. Namun, jerawat juga dipengaruhi oleh hormon dan faktor lain yang tidak
selalu bisa dikendalikan melalui rutinitas harian.
7. Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?
Jerawat ringan sering kali bisa ditangani dengan
perawatan yang tepat. Namun, beberapa kondisi membutuhkan bantuan dokter agar
tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Pertimbangkan untuk berkonsultasi jika jerawat di pipi
terasa sangat sakit, berukuran besar, sering meradang, atau meninggalkan bekas
berupa cekungan. Kamu juga sebaiknya meminta bantuan profesional jika jerawat
tidak membaik setelah menjalani perawatan secara konsisten.
Dokter kulit dapat membantu menentukan jenis jerawat
dan memilih pengobatan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, obat resep mungkin
diperlukan untuk mengendalikan peradangan dan mencegah munculnya jerawat baru.
Jangan menunggu sampai jerawat semakin parah jika
kondisinya sudah mengganggu aktivitas atau membuatmu tidak nyaman. Penanganan
yang sesuai sejak awal dapat membantu mengurangi risiko bekas jerawat.
Kesimpulan
Jerawat di pipi yang sulit hilang dapat dipengaruhi
oleh pori-pori tersumbat, perubahan hormon, serta penggunaan produk skincare
dan makeup tertentu. Karena penyebabnya beragam, perawatannya perlu disesuaikan
dengan kondisi kulit.
Mulailah dengan membersihkan wajah secara lembut,
memilih bahan aktif yang sesuai, menggunakan pelembap dan sunscreen, serta
menghindari kebiasaan memencet jerawat. Berikan waktu bagi perawatan untuk
bekerja dan jangan terlalu sering mengganti produk.
Jika jerawat terus muncul, terasa sakit, atau
meninggalkan bekas, konsultasikan kondisinya kepada dokter kulit. Dengan
perawatan yang tepat dan konsisten, kondisi kulit dapat membaik secara
bertahap.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

No comments:
Write comments