Sunday, October 18, 2026

Jerawat di Pipi Susah Hilang? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


 

PT Rifan Financindo Berjangka - Jerawat di pipi bisa membuat kita kurang percaya diri. Apalagi jika jerawat terus muncul meski kita sudah rutin memakai skincare. Bekas kehitaman yang tertinggal juga sering membutuhkan waktu lama untuk memudar.

Namun, jangan langsung menyalahkan produk perawatan kulit yang digunakan. Jerawat bisa muncul karena beberapa faktor, mulai dari pori-pori tersumbat hingga perubahan hormon. Produk makeup dan skincare tertentu juga dapat memicu masalah ini.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), perawatan jerawat perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Kita juga harus menggunakan produk secara tepat dan konsisten agar hasilnya lebih optimal.

Lantas, bagaimana cara mengatasi jerawat di pipi yang sulit hilang? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba.

1. Bersihkan Wajah dengan Pembersih yang Lembut

Membersihkan wajah merupakan langkah dasar dalam merawat kulit berjerawat. Namun, mencuci muka terlalu sering bukan cara yang tepat untuk menghilangkan jerawat. Kebiasaan ini justru bisa membuat kulit mengalami iritasi.

Gunakan pembersih wajah yang lembut sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Kamu juga bisa mencuci muka setelah berolahraga atau berkeringat banyak.

Hindari sabun wajah yang membuat kulit terasa sangat kering. Jangan pula menggosok wajah dengan scrub kasar, terutama saat jerawat sedang meradang.

Bagi kamu yang sering memakai makeup, pastikan wajah sudah bersih sebelum tidur. Sisa foundation, concealer, dan produk kosmetik lainnya dapat menyumbat pori-pori pada kulit yang rentan berjerawat.

2. Gunakan Bahan Aktif untuk Mengatasi Jerawat

Pemilihan bahan aktif perlu disesuaikan dengan jenis jerawat dan kebutuhan kulit. Tidak semua produk memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Karena itu, kita sebaiknya tidak asal mengikuti tren skincare.

Berikut beberapa bahan aktif yang dapat membantu mengatasi jerawat.

Salicylic Acid

Salicylic acid membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat. Kandungan ini sering digunakan untuk merawat komedo dan jerawat ringan.

Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Jika kulit terasa kering atau perih, kurangi pemakaian atau hentikan sementara.

Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi bakteri yang berperan dalam munculnya jerawat. Kandungan ini juga membantu meredakan peradangan pada jenis jerawat tertentu.

Mulailah dengan penggunaan yang sesuai petunjuk produk. Perhatikan reaksi kulit karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi dan membuat kain tertentu mengalami perubahan warna.

Adapalene

Adapalene termasuk kelompok retinoid yang membantu mencegah penyumbatan pori-pori. Bahan ini dapat digunakan untuk mengatasi komedo dan jenis jerawat tertentu.

Namun, adapalene tidak cocok untuk semua orang. Hindari penggunaannya selama kehamilan atau ketika merencanakan kehamilan, kecuali dokter memberikan arahan khusus. Jika kamu memiliki kondisi kulit tertentu, konsultasikan pemakaiannya kepada tenaga medis.

Tips: Mulailah dengan satu bahan aktif terlebih dahulu. Hindari menumpuk banyak produk antijerawat sekaligus karena kombinasi yang tidak tepat dapat membuat kulit iritasi.

3. Periksa Kembali Produk Skincare dan Makeup

Jerawat di pipi yang terus muncul bisa berkaitan dengan produk yang digunakan setiap hari. Beberapa kosmetik, pelembap, dan produk perawatan rambut mengandung bahan yang berpotensi menyumbat pori-pori pada kulit tertentu.

Coba perhatikan apakah jerawat mulai muncul setelah kamu menggunakan produk baru. Jika iya, evaluasi produk tersebut dan lihat apakah ada perubahan pada kondisi kulit setelah pemakaiannya dihentikan.

Pilih produk dengan label non-comedogenic atau tidak menyumbat pori-pori. Pilihan ini dapat membantu mengurangi risiko munculnya jerawat akibat kosmetik, meskipun tidak menjamin semua orang akan terbebas dari jerawat.

Jangan melewatkan pelembap hanya karena kulit sedang berjerawat. Kulit tetap membutuhkan kelembapan agar lapisan pelindungnya terjaga.

Gunakan pula sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Perlindungan ini penting, terutama jika jerawat meninggalkan noda kehitaman yang mudah terlihat setelah terkena paparan matahari.

4. Hindari Memencet Jerawat di Pipi

Jerawat yang terlihat matang memang sering membuat kita ingin segera memencetnya. Namun, kebiasaan ini justru bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat.

Memencet jerawat juga dapat melukai jaringan kulit. Akibatnya, noda kehitaman atau jaringan parut bisa terbentuk dan membutuhkan waktu lebih lama untuk ditangani.

Biarkan jerawat pulih dengan perawatan yang tepat. Jika terasa nyeri, gunakan produk yang sesuai dengan jenis jerawat dan hindari menyentuh area tersebut berulang kali.

Kamu juga perlu menjaga kebersihan benda yang sering bersentuhan dengan pipi, seperti sarung bantal dan layar ponsel. Kebersihan yang baik mendukung perawatan kulit, meskipun tidak menjadi satu-satunya cara untuk mencegah jerawat.

5. Berikan Waktu agar Perawatan Bekerja

Jerawat tidak selalu hilang dalam beberapa hari. Perawatan membutuhkan waktu, sehingga kamu perlu bersabar dan menggunakannya secara konsisten.

Menurut panduan AAD, perbaikan awal umumnya mulai terlihat setelah sekitar empat hingga delapan minggu. Hasilnya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada jenis jerawat dan perawatan yang digunakan.

Hindari mengganti produk setiap minggu hanya karena hasilnya belum terlihat. Terlalu sering mencoba bahan aktif baru justru dapat membuat kulit iritasi.

Catat perubahan kondisi kulit selama menjalani perawatan. Jika jerawat semakin parah atau produk menimbulkan reaksi yang mengganggu, hentikan pemakaian yang dicurigai dan mintalah saran dokter.

6. Perhatikan Kebiasaan Sehari-hari

Perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan. Kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan agar kulit tetap terawat.

Berikut beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan:

  • Bersihkan wajah setelah beraktivitas. Keringat dan sisa produk sebaiknya dibersihkan dengan cara yang lembut.
  • Jangan tidur dengan makeup. Bersihkan wajah sebelum beristirahat agar sisa kosmetik tidak menumpuk pada kulit.
  • Jaga kebersihan sarung bantal. Ganti dan cuci secara teratur, terutama jika sering terkena keringat atau sisa produk rambut.
  • Pilih produk rambut dengan cermat. Minyak dari pomade, kondisioner, atau produk penata rambut dapat memicu jerawat jika mengenai kulit yang rentan.
  • Gunakan skincare secara teratur. Hindari mencoba terlalu banyak produk sekaligus agar kamu lebih mudah mengetahui produk yang cocok.

Kebiasaan tersebut dapat membantu mendukung perawatan kulit. Namun, jerawat juga dipengaruhi oleh hormon dan faktor lain yang tidak selalu bisa dikendalikan melalui rutinitas harian.

7. Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?

Jerawat ringan sering kali bisa ditangani dengan perawatan yang tepat. Namun, beberapa kondisi membutuhkan bantuan dokter agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Pertimbangkan untuk berkonsultasi jika jerawat di pipi terasa sangat sakit, berukuran besar, sering meradang, atau meninggalkan bekas berupa cekungan. Kamu juga sebaiknya meminta bantuan profesional jika jerawat tidak membaik setelah menjalani perawatan secara konsisten.

Dokter kulit dapat membantu menentukan jenis jerawat dan memilih pengobatan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, obat resep mungkin diperlukan untuk mengendalikan peradangan dan mencegah munculnya jerawat baru.

Jangan menunggu sampai jerawat semakin parah jika kondisinya sudah mengganggu aktivitas atau membuatmu tidak nyaman. Penanganan yang sesuai sejak awal dapat membantu mengurangi risiko bekas jerawat.

Kesimpulan

Jerawat di pipi yang sulit hilang dapat dipengaruhi oleh pori-pori tersumbat, perubahan hormon, serta penggunaan produk skincare dan makeup tertentu. Karena penyebabnya beragam, perawatannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.

Mulailah dengan membersihkan wajah secara lembut, memilih bahan aktif yang sesuai, menggunakan pelembap dan sunscreen, serta menghindari kebiasaan memencet jerawat. Berikan waktu bagi perawatan untuk bekerja dan jangan terlalu sering mengganti produk.

Jika jerawat terus muncul, terasa sakit, atau meninggalkan bekas, konsultasikan kondisinya kepada dokter kulit. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kondisi kulit dapat membaik secara bertahap.

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh 

    Choose :
  • OR
  • To comment
No comments:
Write comments