Tuesday, October 6, 2026

Gen Z Makin Peduli Kesehatan, Bukan Hanya Soal Fisik


 

PT Rifan Financindo Berjangka -  Generasi Z kini memiliki pandangan yang lebih luas tentang kesehatan. Kesehatan tidak lagi hanya berarti tubuh yang bugar. Gen Z dan Milenial mulai melihat kesehatan sebagai keseimbangan antara fisik, mental, emosi, dan hubungan sosial.

Perubahan tersebut terlihat dalam Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang dirilis Herbalife Indonesia. Lebih dari separuh anak muda yang mengikuti survei mengaku merasakan kondisi kesejahteraan yang lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Di Indonesia, sebanyak 72% Gen Z mengatakan mereka lebih sering melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran. Angka untuk Milenial bahkan mencapai 79%. Keduanya berada di atas rata-rata nasional yang mencapai 71%.

Olahraga Jadi Bagian dari Keseharian

Kegiatan seperti lari, padel, pickleball, gym, pilates, futsal, dan hiking semakin dekat dengan kehidupan anak muda. Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan sosial.

Banyak anak muda kemudian membagikan aktivitas olahraga mereka melalui media sosial. Sebagian lainnya menemukan teman baru dari kegiatan yang sama. Olahraga akhirnya tidak hanya menjadi rutinitas pribadi, tetapi juga menjadi cara untuk membangun hubungan sosial.

Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, menilai perubahan tersebut menunjukkan kesadaran generasi muda terhadap kesehatan semakin kuat. Menurutnya, kebiasaan sehat yang dibangun sejak sekarang dapat memberikan manfaat untuk kehidupan dalam jangka panjang.

Tidur dan Pola Makan Mulai Diperhatikan

Bagi Gen Z, hidup lebih sehat bukan berarti mereka sudah berhenti memperbaiki kebiasaan. Survei tersebut menunjukkan masih ada beberapa bagian dari kesehatan yang ingin mereka tingkatkan.

Kualitas tidur menjadi perhatian utama bagi 52% Gen Z di Indonesia. Setelah itu, 50% responden ingin memperbaiki kualitas nutrisi dan pola makan. Sebanyak 49% lainnya ingin meningkatkan kesehatan mental atau kemampuan mengelola stres.

Sementara itu, 36% Gen Z ingin memperbaiki kesejahteraan emosional. Angka tersebut menunjukkan bahwa anak muda mulai memperhatikan kondisi diri secara lebih menyeluruh.

Keinginan untuk hidup lebih sehat juga mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 58% Gen Z mengaku telah memperbaiki pola tidur, sedangkan 56% mulai memilih makanan yang lebih sehat dan berolahraga secara rutin.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan tidak lagi sekadar mengejar hasil cepat. Gen Z mulai membangun kebiasaan yang dapat dilakukan dalam waktu panjang.

Kesehatan Mental Jadi Perhatian Besar

Pandangan Gen Z terhadap kesehatan juga mengalami perubahan. Sebanyak 74% Gen Z di Indonesia menilai kesehatan mental membutuhkan dukungan lebih lanjut. Angka tersebut lebih tinggi daripada perhatian terhadap kesehatan fisik yang mencapai 66%.

Sementara itu, kesehatan emosional mendapat perhatian dari 59% responden. Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi pikiran dan perasaan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Pandangan ini berbeda dari generasi yang lebih tua. Gen X dan Baby Boomers cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap kesehatan fisik.

Bagi Gen Z, tubuh yang sehat saja belum cukup. Mereka juga ingin memiliki kondisi mental yang baik dan kemampuan untuk mengelola tekanan sehari-hari.

Media Sosial Ikut Mempengaruhi Gaya Hidup Sehat

Lingkungan digital memiliki peran dalam perjalanan Gen Z menuju gaya hidup yang lebih sehat. Sebanyak 64% Gen Z Indonesia menilai media sosial memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan fisik dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, 54% melihat pengaruh positif pada kesehatan mental.

Pengaruh tersebut tidak hanya datang dari media sosial. Lingkungan pertemanan juga memiliki peran penting. Sebanyak 68% Gen Z mengatakan teman atau lingkaran sosial membantu mereka membangun dan mempertahankan kebiasaan sehat.

Komunitas daring juga ikut memberikan pengaruh. Sebanyak 43% Gen Z menilai komunitas online membantu mereka menjalani kebiasaan yang lebih sehat.

Pengaruh digital juga terlihat pada kelompok Milenial. Sebanyak 62% responden menilai media sosial berdampak pada kesehatan fisik. Sebanyak 57% melihat pengaruh terhadap kesehatan emosional, sedangkan 55% merasakan pengaruh terhadap kesehatan mental.

Komunitas Membantu Menjaga Kebiasaan Sehat

Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat untuk berbagi foto atau video olahraga. Platform digital juga menjadi ruang bagi anak muda untuk mencari informasi kesehatan, motivasi, dan dukungan.

Oktrianto melihat perubahan tersebut dari semakin banyaknya tempat yang mempertemukan orang dengan minat yang sama. Contohnya adalah acara lari, lapangan padel, pusat kebugaran, dan komunitas olahraga.

Lingkungan seperti itu dapat membuat seseorang lebih mudah menjaga rutinitas sehat. Teman yang memiliki tujuan serupa juga bisa memberikan motivasi ketika semangat mulai turun.

Kebiasaan sehat akhirnya tidak harus dijalani sendirian. Kelompok olahraga, komunitas kebugaran, dan jaringan digital dapat membantu mengubah niat menjadi rutinitas yang lebih konsisten.

Hidup Sehat Bukan Lagi Sekadar Urusan Pribadi

Bagi generasi muda, kesehatan kini memiliki arti yang lebih luas. Mereka tidak hanya mengejar tubuh yang bugar, tetapi juga memperhatikan pikiran, emosi, dan hubungan sosial.

Gen Z mulai memasukkan kebiasaan sehat ke dalam rutinitas sehari-hari. Mereka berolahraga, memperbaiki pola tidur, memilih makanan yang lebih sehat, dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup sehat mulai menjadi bagian dari kehidupan sosial Gen Z. Kesehatan membantu mereka menjaga rutinitas, menemukan komunitas, dan menciptakan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

PT Rifan Financindo Berjangka -  Glh

    Choose :
  • OR
  • To comment
No comments:
Write comments