PT Rifan Financindo Berjangka - Generasi Z kini memiliki pandangan yang lebih luas
tentang kesehatan. Kesehatan tidak lagi hanya berarti tubuh yang bugar. Gen Z
dan Milenial mulai melihat kesehatan sebagai keseimbangan antara fisik, mental,
emosi, dan hubungan sosial.
Perubahan tersebut terlihat dalam Asia Pacific
Wellness Culture Survey 2026 yang dirilis Herbalife Indonesia. Lebih dari
separuh anak muda yang mengikuti survei mengaku merasakan kondisi kesejahteraan
yang lebih baik dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
Di Indonesia, sebanyak 72% Gen Z mengatakan mereka
lebih sering melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran.
Angka untuk Milenial bahkan mencapai 79%. Keduanya berada di atas rata-rata
nasional yang mencapai 71%.
Olahraga Jadi Bagian dari Keseharian
Kegiatan seperti lari, padel, pickleball, gym,
pilates, futsal, dan hiking semakin dekat dengan kehidupan anak muda. Aktivitas
tersebut tidak hanya dilakukan untuk menjaga tubuh tetap bugar, tetapi juga
menjadi bagian dari kegiatan sosial.
Banyak anak muda kemudian membagikan aktivitas
olahraga mereka melalui media sosial. Sebagian lainnya menemukan teman baru
dari kegiatan yang sama. Olahraga akhirnya tidak hanya menjadi rutinitas
pribadi, tetapi juga menjadi cara untuk membangun hubungan sosial.
Director & General Manager Herbalife Indonesia,
Oktrianto Wahyu Jatmiko, menilai perubahan tersebut menunjukkan kesadaran
generasi muda terhadap kesehatan semakin kuat. Menurutnya, kebiasaan sehat yang
dibangun sejak sekarang dapat memberikan manfaat untuk kehidupan dalam jangka
panjang.
Tidur dan Pola Makan Mulai Diperhatikan
Bagi Gen Z, hidup lebih sehat bukan berarti mereka
sudah berhenti memperbaiki kebiasaan. Survei tersebut menunjukkan masih ada
beberapa bagian dari kesehatan yang ingin mereka tingkatkan.
Kualitas tidur menjadi perhatian utama bagi 52% Gen Z
di Indonesia. Setelah itu, 50% responden ingin memperbaiki kualitas nutrisi dan
pola makan. Sebanyak 49% lainnya ingin meningkatkan kesehatan mental atau
kemampuan mengelola stres.
Sementara itu, 36% Gen Z ingin memperbaiki
kesejahteraan emosional. Angka tersebut menunjukkan bahwa anak muda mulai
memperhatikan kondisi diri secara lebih menyeluruh.
Keinginan untuk hidup lebih sehat juga mulai
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 58% Gen Z mengaku telah
memperbaiki pola tidur, sedangkan 56% mulai memilih makanan yang lebih sehat
dan berolahraga secara rutin.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan tidak
lagi sekadar mengejar hasil cepat. Gen Z mulai membangun kebiasaan yang dapat
dilakukan dalam waktu panjang.
Kesehatan Mental Jadi Perhatian Besar
Pandangan Gen Z terhadap kesehatan juga mengalami
perubahan. Sebanyak 74% Gen Z di Indonesia menilai kesehatan mental membutuhkan
dukungan lebih lanjut. Angka tersebut lebih tinggi daripada perhatian terhadap
kesehatan fisik yang mencapai 66%.
Sementara itu, kesehatan emosional mendapat perhatian
dari 59% responden. Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi pikiran dan
perasaan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Pandangan ini berbeda dari generasi yang lebih tua.
Gen X dan Baby Boomers cenderung memberikan perhatian lebih besar terhadap
kesehatan fisik.
Bagi Gen Z, tubuh yang sehat saja belum cukup. Mereka
juga ingin memiliki kondisi mental yang baik dan kemampuan untuk mengelola
tekanan sehari-hari.
Media Sosial Ikut Mempengaruhi Gaya Hidup Sehat
Lingkungan digital memiliki peran dalam perjalanan Gen
Z menuju gaya hidup yang lebih sehat. Sebanyak 64% Gen Z Indonesia menilai
media sosial memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan fisik dalam 12
bulan terakhir. Sementara itu, 54% melihat pengaruh positif pada kesehatan
mental.
Pengaruh tersebut tidak hanya datang dari media
sosial. Lingkungan pertemanan juga memiliki peran penting. Sebanyak 68% Gen Z
mengatakan teman atau lingkaran sosial membantu mereka membangun dan
mempertahankan kebiasaan sehat.
Komunitas daring juga ikut memberikan pengaruh.
Sebanyak 43% Gen Z menilai komunitas online membantu mereka menjalani kebiasaan
yang lebih sehat.
Pengaruh digital juga terlihat pada kelompok Milenial.
Sebanyak 62% responden menilai media sosial berdampak pada kesehatan fisik.
Sebanyak 57% melihat pengaruh terhadap kesehatan emosional, sedangkan 55%
merasakan pengaruh terhadap kesehatan mental.
Komunitas Membantu Menjaga Kebiasaan Sehat
Media sosial kini tidak hanya menjadi tempat untuk
berbagi foto atau video olahraga. Platform digital juga menjadi ruang bagi anak
muda untuk mencari informasi kesehatan, motivasi, dan dukungan.
Oktrianto melihat perubahan tersebut dari semakin
banyaknya tempat yang mempertemukan orang dengan minat yang sama. Contohnya
adalah acara lari, lapangan padel, pusat kebugaran, dan komunitas olahraga.
Lingkungan seperti itu dapat membuat seseorang lebih
mudah menjaga rutinitas sehat. Teman yang memiliki tujuan serupa juga bisa
memberikan motivasi ketika semangat mulai turun.
Kebiasaan sehat akhirnya tidak harus dijalani
sendirian. Kelompok olahraga, komunitas kebugaran, dan jaringan digital dapat
membantu mengubah niat menjadi rutinitas yang lebih konsisten.
Hidup Sehat Bukan Lagi Sekadar Urusan Pribadi
Bagi generasi muda, kesehatan kini memiliki arti yang
lebih luas. Mereka tidak hanya mengejar tubuh yang bugar, tetapi juga
memperhatikan pikiran, emosi, dan hubungan sosial.
Gen Z mulai memasukkan kebiasaan sehat ke dalam
rutinitas sehari-hari. Mereka berolahraga, memperbaiki pola tidur, memilih
makanan yang lebih sehat, dan mencari dukungan dari lingkungan sekitar.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup sehat
mulai menjadi bagian dari kehidupan sosial Gen Z. Kesehatan membantu mereka
menjaga rutinitas, menemukan komunitas, dan menciptakan keseimbangan dalam
kehidupan sehari-hari.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
No comments:
Write comments